Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tumbuhan tomat ialah syarat tumbuh tumbuhan tomat. Syarat tumbuh tumbuhan tomat meliputi: iklim dan tanah.
1. Iklim
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) bisa tumbuh baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat sanggup tumbuh baik di dataran tinggi (lebih dari 700 m dpi), dataran medium (200 m - 700 m dpi), dan dataran rendah (kurang dari 200 m dpl). Faktor temperatur sanggup menghipnotis warna buah. Pada temperatur tinggi (di atas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur tidak tetap warna buah cenderung tidak merata. Temperatur ideal dan besar lengan berkuasa baik terhadap warna buah tomat ialah antara 24°C - 28°C yang umumnya merah merata . Keadaan temperatur dan kelembaban yang tinggi, besar lengan berkuasa kurang baik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas buah tomat. kelembaban yang relatip diharapkan untuk tumbuhan tomat ialah 80%. Tanaman tomat memerlukan intensitas cahaya matahari sekurang–kurangya 10-12 jam setiap hari (Sastrahidayat. 1992).
2. Tanah
Tanaman tomat merupakan tumbuhan yang bisa tumbuh disegala tempat, dari tempat dataran rendah hingga tempat dataran tinggi (pegunungan) untuk pertumbuhan yang baik, tumbuhan tomat membutuhkan tanah yang gembur, kadar keasaman pH antara lain 5-6, tanah sedikit mengandung pasir, dan banyak mengandung humus, serta pengairan yang teratur dan cukup mulai tanam hingga tumbuhan mulai dari panen.
Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tumbuhan tomat dibedakan atas tipe determinate dan indeterminate. Tanaman tomat bertipe determinate mempunyai tumpuan pertumbuhan batang secara vertikal yang terbatas dan diakhiri dengan pertumbuhan organ vegetatif (akar, batang daun), sedangkan tomat bertipe indeterminate mempunyai kemampuan untuk terus tumbuh dan tandan bunga tidak terdapat pada setiap buku serta pada ujung tumbuhan senantiasa terdapat pucuk muda.
Bunga tumbuhan tomat berjenis dua dengan lima buah kelopak berwarna hijau berbulu dan dua buah daun mahkota (Tugiyono Hery, 2002). Pembuahan terjadi 96 jam sesudah penyerbukan dan buah masak 45 hari hingga 50 hari sesudah pembuahan. Persentase penyerbukan sendiri pada tumbuhan tomat ialah 95% - 100%.
Cara Budidaya Tanaman Tomat
♦ Persemaiaan Benih Tomat
Benih tomat martha harus disemai dulu sebelum ditanam. Persemaian dilakukan didalam kotak pesemaian (tray), media persemaian ialah adonan tanah, arang sekam, dan pupuk sangkar kuda dengan perbandingan 1:1:1. Benih ditanamkan kedalam kotak pesemaian (tray), benih dipelihara hingga umur 25-30 hari sesudah semai. Beberapa persyaratan cara pelaksanaan pesemaian yang baik ialah :
a. Yang disemaikan biasanya tumbuhan yang lemah, tidak kuat kalau pribadi ditanam di tempat yang tetap
b. Tempat menyemai berupa bedengan khusus, diberi atap peneduh (paranet) untuk mencegah curahan hujan jangan hingga merusak benih yang masih lemah.
c. Tempat pesemaian harus kondusif dari gangguan binatang
d. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan Hand Sprayer.
e. Sebaiknya tumbuhan gres dipindahkan ke tempat penanamannya di lapang sesudah cukup kuat
f. Ada baiknya apabila bibit terlebih dahulu dipindahkan ke polibag, menunggu dikala ditanam di tempat penanamannya.
♦ Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah untuk tumbuhan tomat ialah mencakup pencucian lahan pembajakan atau pencangkulan dan pembuatan bedengan. Untuk mendapat hasil yang baik dengan tujuan :
a. Akar penggalan tumbuhan yang ada dalam tanah sanggup tumbuh lebih sempurna.
b. Rumput liar sanggup dikendalikan tumbuhnya.
c. Peredaran udara lebih gampang dan luas, sehingga menimbulkan zat-zat masakan di dalam tanah sanggup lebih sempurna
d. Air yang berlebihan dapatb gampang meresap atau menguap.
e. Akar-akar tumbuhan sanggup menembus tanah lebih gampang dan dalam.
♦ Pemupukan
Pemupukan dibedakan menjadi 2 macam yakni: pemupukan Organik dan Non Organik.
Pemberian pupuk organik (pupuk kandang) diberikan dengan cara diratakan diatas tanah bedengan. Pupuk sangkar selain sanggup memperbaiki sifat biologis tanah juga sanggup memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah, pupuk sangkar juga perlu diberikan pada tumbuhan sayuran yang banyak mengkonsumsi nitrogen sehingga nitrogen sangat memilih kuantita dikonsumsi pada fase vegetatif. Pemberian pupuk non organik SP 36, ZA, Kcl dengan perbandingan 1:1:½ berfungsi untuk penyanter tumbuhan vegetatif. Cara pemupukan dengan meratakan diatas bedengan dengan jarak per 1 m dan diberikan 100 g.
♦ Penanaman
Apabila lahan sudah siap, maka bibit sanggup segera ditanam. Yang perlu diperhatikan dalam penanaman ialah waktu tanam dan jarak tanam. Waktu tanam berkaitan erat dengan iklim. Ada tumbuhan yang cocok ditanam di demam isu penghujan, sedangkan Jarak tanam diubahsuaikan dengan morfologi tumbuhan dan tingkat kesuburan tanahnya. Mengatur jarak tanam berarti memberi ruang lingkup hidup yang sama/merata bagi setiap tanaman. Dengan mengatur jarak tanam ini akan diperoleh barisan-barisan tumbuhan yang teratur sehingga gampang dalam melaksanakan pengelolaan tumbuhan selanjutnya.
Bibit yang sudah siap tanam dicabut dipersemaian beserta akarnya jikalau bibit berasal dari persemaian plastik atau tray 25-30 hari sesudah semai bibit pribadi ditanam pada lubang tanam dengan jarak 70x60 cm, Sewaktu penanaman bibit diusahakan tumbuhan tomat tidak menyentuh tanah, supaya tumbuhan tidak membusuk dan terkena penyakit akhir kotoran disebabkan oleh tanah, dikala yang paling tepat untuk penanaman tomat ialah 2-4 ahad sebelum hujan terakhir. Penanaman dilakukan pada sore hari supaya tumbuhan tidak layu dan sanggup menyesuaikan diri pada lahan yang ditanami.
♦ Pemeliharaan
• Penyiraman
Penyiraman tumbuhan sayuran banyak membutuhkan air ibarat halnya tumbuhan tomat, sayuran daun mengandung ± waktu penyiraman yang baik ialah pada sore hari perlu diketahui bahwa maksud penyiraman ialah :
a. Menggantikan air yang sudah banyak menguap pada siang hari;
b. Mengembalikan kekuatan tumbuhan pada keadan tumbuhan dimalam hari;
c. Penambahan terhadap tumbuhan yang kekurangan air.
Penyiraman hendaknya dilakukan dengan hati–hati, dan diusahakan tidak atau jangan hingga mengenai daun lantaran tumbuhan akan gampang menderita penyakit ibarat virus. Penyiraman yang dilakukan penyusun menggunakan alat berupa selang dan dilakukan pada sore hari dengan tujuan mengurangi penguapan.
• Penyulaman
Bibit tomat yang gres ditanam, baik melalui persemaian maupun pribadi ditanam tidak semuanya sanggup tumbuh dan bertahan menjadi tumbuhan remaja beberapa diantaranya niscaya ada yang mati salah satu cara mengatasinya ialah melaksanakan penyulaman, caranya dikala tomat berumur 7–14 hari sesudah tumbuhan lakukan penggantian bibit yang mati dengan bibit yang gres dan diambil dari bibit terdahulu atau bibit yang ditanam dengan selang waktu 7–14 hari dari awal penyemaian. Jika dalam 3 mingu sesudah tanam masih ditemukan bibit yang mati tidak perlu lagi dilakukan penyulaman, alasannya ialah penyulaman pada umur lebih, dari 3 ahad akan menghasilkan tumbuhan yang pertumbuhan dan umur panennya tidak seragam sehingga akan menyulitkan penanaman.
• Penyiangan/Pembumbunan
Penyiangan harus dilakukan manakala tampak bahwa telah tumbuh gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Biasanya pelaksanaan penyiangan dibarengi dengan pembumbunan tanah di sekitar tanaman. Penyiangan sanggup dilakukan 2 atau 3 kali atau sesuai dengan kondisi lapang. penyiangan dilakukan dengan cara dicabut menggunakan tangan dan yang sulit dicabut menggunakan cangkul atau kored.
• Pemupukan
Pupuk biasanya diberikan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan. Dapat diberikan pada tanah atau lewat daun atau penggalan tumbuhan lain. Sebagai pupuk dasar bisa dipakai pupuk sangkar atau kompos. Pupuk susulan berupa pupuk NPK yang diberikan 2 - 3 kali selama pertumbuhannya dengan cara ditugal kan pada setiap tanaman. NPK 15-15-15 sebanyak takaran 2 gram/tanaman.
• Pemangkasan
Tanaman yang berupa perdu atau pohon umumnya perlu pemangkasan. Pemangkasan ini dimaksudkan antara lain untuk membentuk pohon, mengurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman, dan lain-lain.
Tujuan membentuk pohon ialah supaya sanggup berbunga atau berproduksi lebih banya. Pengurangan daun dimaksudkan untuk mendapat hasil assimilasi higienis yang optimum. Dengan pemangkasan juga dimungkinkan mempercepat proses pembuahan. Tetapi adakalanya pemangkasan dilakukan untuk peremajaan tumbuhan (rejuvenilisasi).
Secara umum pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tidak tepat, memotong tunas-tunas air, atau memotong ranting-ranting yang kena penyakit. Pemangkasan yang penulis lakukan setiap seminggu sekali selama pertumbuhannya, tiap pohon hanya ditinggalkan sua cabang dan masing-masing cabang dibiarkan tumbuh masing-masing tiga tandan, dan buah yang dibiarkan masing-masing tandan disisakan 5 buah yang dipelihara supaya menghasilkan buah yang besar.
• Pengikatan
Pengikatan pohon dimaksudkan untuk menghindari tumbuhan tomat roboh pada dikala berbuah dan supaya tumbuhan tomat tersebut sanggup tumbuh tegak
• Pengendalian hama dan penyakit
A. Hama
1. Ulat buah (Hiliothis armigera)
Ulat ini menyerang tomat yang masih muda sehingga buah sudah renta tampak berlubang–lubang dan biasanya wangi lantaran infeksi, ulat ini sanggup dibrantas denagn inteksida.
2. Nematoda (Helodogyama sP)
Cacing ini menimbulkan akar–akar tomat berbintil–bintil, biasanya hanya timbul pada tanah–tanah ringan yang terlalu asam ( PH 4 – 5). Pemberantasan dengan nematisida.
3. Lalat buah (Dacus durcalis)
Lalat ini umumnya menyerang dengan cara menyuntikan telur–telurnya kedalam kulit buah tomat, dan telur tersebut akan menjadi larva yang menggerogoti buah tomat dari dalam sehinga buah tersebut menjadi wangi dan rontok. Lalat buah sanggup dikendalikan dengan cara menyemprotkan inteksida sistemik semenjak buah berumur 1 minggu.
4. Kutu putih (Pseu dococus SP)
Kutu putih menyerang tomat dengan cara menghisap cairan daun. Hama ini juga mambawa penyakit embun jelaga. Akibatnya daun menjadi keriting dan bunga/buah mengalami kerontokan pemberontakan gunakan insektisida.
B. Penyakit
1. Blossom and Root (busuk ujung buah)
Biasanya menyerang buah tomat baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Penyakit disebabkan oleh kekurangan unsur hara mikro Ca [kalsium]. Pembarantasnya dengan penyebaran kapur dolomit.pemupukan yang berimbangan pengairan rata penyemprotan CaCl2 pada seluruh permukaan daun dengan frekuensi 5–7 hari sekali sebanyak 0,1%.
2. Layu furasium
Biasanya menyerang buah tomat baik yang masih muda di dataran tinggi yang mempunyai kelembaban tinggi dimusim hujan. Langkah yang sanggup mencegah serangan penyakit layu furasium, sebagai berikut:
Lakukan pemupukan yang berimbang
a. Pilih dan tanam bibit yang tahan terhadap segala penyakit
b. Pilih lokasi penanaman yang berdrainse cukup baik.
c. Pilih tempat yang bersikulasi udara lancar
d. Pilih lokasi penanaman yang mendapat sinar matahari penuh .
e. Pilih tumbuhan yang masih sehat .
f. Rendam bibit ke dalam larutan benomil 0,1% sebelum penanaman.
3. Bacterial will (layu kuman )
Biasanya menyerang tumbuhan tomat yang tumbuh didaerah dataran rendah dengan suhu dan kelembaban yang tinggi penyakit ini disebabkan oleh kuman psedomonas penyakit ini sanggup dikendalikan dengan menggunakan Agrep 20 wp atau agromicin 15/1,5 wp .
4. Penyakit wangi buah
Biasanya disebabkan oleh cendawan Collectroticum SP. Cegah serangan penyakit ini dengan cara pemangkasan yang teratur, menjaga kelembaban kebun, dan menjaga saniatasi tanah. Penyakit ini sanggup dicegah dan diberantas dengan menggunakan bubur Bordeaux 1-3%, alcohol 50WP, Prekiur N, prukit PR 10/56 WP, ridomil dan antracol.
Panen dan Pasca Panen
Panen buah tomat di panen pertama kali pada umur 90 hari semenjak pindah tanam. Lalu selama 3–5 hari sekali hingga buah habis, buah tomat yang akan dipasarkan dalam jarak jauh sebaiknya dipanen pada tingkat kemasan 75%, ketika buah marih hijau atau kira–kira 5– hari lagi menjadi merah, sedangkan untuk jarak bersahabat tingkat kemasakan 90% yakni ketika buah berwarna kuning kemerah – merahan.
Sumber: www.bbpp-lembang.info.
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Wortel. Sumber http://www.waring99.com
1. Iklim
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) bisa tumbuh baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat sanggup tumbuh baik di dataran tinggi (lebih dari 700 m dpi), dataran medium (200 m - 700 m dpi), dan dataran rendah (kurang dari 200 m dpl). Faktor temperatur sanggup menghipnotis warna buah. Pada temperatur tinggi (di atas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur tidak tetap warna buah cenderung tidak merata. Temperatur ideal dan besar lengan berkuasa baik terhadap warna buah tomat ialah antara 24°C - 28°C yang umumnya merah merata . Keadaan temperatur dan kelembaban yang tinggi, besar lengan berkuasa kurang baik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas buah tomat. kelembaban yang relatip diharapkan untuk tumbuhan tomat ialah 80%. Tanaman tomat memerlukan intensitas cahaya matahari sekurang–kurangya 10-12 jam setiap hari (Sastrahidayat. 1992).
2. Tanah
Tanaman tomat merupakan tumbuhan yang bisa tumbuh disegala tempat, dari tempat dataran rendah hingga tempat dataran tinggi (pegunungan) untuk pertumbuhan yang baik, tumbuhan tomat membutuhkan tanah yang gembur, kadar keasaman pH antara lain 5-6, tanah sedikit mengandung pasir, dan banyak mengandung humus, serta pengairan yang teratur dan cukup mulai tanam hingga tumbuhan mulai dari panen.
Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tumbuhan tomat dibedakan atas tipe determinate dan indeterminate. Tanaman tomat bertipe determinate mempunyai tumpuan pertumbuhan batang secara vertikal yang terbatas dan diakhiri dengan pertumbuhan organ vegetatif (akar, batang daun), sedangkan tomat bertipe indeterminate mempunyai kemampuan untuk terus tumbuh dan tandan bunga tidak terdapat pada setiap buku serta pada ujung tumbuhan senantiasa terdapat pucuk muda.
Bunga tumbuhan tomat berjenis dua dengan lima buah kelopak berwarna hijau berbulu dan dua buah daun mahkota (Tugiyono Hery, 2002). Pembuahan terjadi 96 jam sesudah penyerbukan dan buah masak 45 hari hingga 50 hari sesudah pembuahan. Persentase penyerbukan sendiri pada tumbuhan tomat ialah 95% - 100%.
Cara Budidaya Tanaman Tomat
♦ Persemaiaan Benih Tomat
Benih tomat martha harus disemai dulu sebelum ditanam. Persemaian dilakukan didalam kotak pesemaian (tray), media persemaian ialah adonan tanah, arang sekam, dan pupuk sangkar kuda dengan perbandingan 1:1:1. Benih ditanamkan kedalam kotak pesemaian (tray), benih dipelihara hingga umur 25-30 hari sesudah semai. Beberapa persyaratan cara pelaksanaan pesemaian yang baik ialah :
a. Yang disemaikan biasanya tumbuhan yang lemah, tidak kuat kalau pribadi ditanam di tempat yang tetap
b. Tempat menyemai berupa bedengan khusus, diberi atap peneduh (paranet) untuk mencegah curahan hujan jangan hingga merusak benih yang masih lemah.
c. Tempat pesemaian harus kondusif dari gangguan binatang
d. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan Hand Sprayer.
e. Sebaiknya tumbuhan gres dipindahkan ke tempat penanamannya di lapang sesudah cukup kuat
f. Ada baiknya apabila bibit terlebih dahulu dipindahkan ke polibag, menunggu dikala ditanam di tempat penanamannya.
♦ Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah untuk tumbuhan tomat ialah mencakup pencucian lahan pembajakan atau pencangkulan dan pembuatan bedengan. Untuk mendapat hasil yang baik dengan tujuan :
a. Akar penggalan tumbuhan yang ada dalam tanah sanggup tumbuh lebih sempurna.
b. Rumput liar sanggup dikendalikan tumbuhnya.
c. Peredaran udara lebih gampang dan luas, sehingga menimbulkan zat-zat masakan di dalam tanah sanggup lebih sempurna
d. Air yang berlebihan dapatb gampang meresap atau menguap.
e. Akar-akar tumbuhan sanggup menembus tanah lebih gampang dan dalam.
♦ Pemupukan
Pemupukan dibedakan menjadi 2 macam yakni: pemupukan Organik dan Non Organik.
Pemberian pupuk organik (pupuk kandang) diberikan dengan cara diratakan diatas tanah bedengan. Pupuk sangkar selain sanggup memperbaiki sifat biologis tanah juga sanggup memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah, pupuk sangkar juga perlu diberikan pada tumbuhan sayuran yang banyak mengkonsumsi nitrogen sehingga nitrogen sangat memilih kuantita dikonsumsi pada fase vegetatif. Pemberian pupuk non organik SP 36, ZA, Kcl dengan perbandingan 1:1:½ berfungsi untuk penyanter tumbuhan vegetatif. Cara pemupukan dengan meratakan diatas bedengan dengan jarak per 1 m dan diberikan 100 g.
♦ Penanaman
Apabila lahan sudah siap, maka bibit sanggup segera ditanam. Yang perlu diperhatikan dalam penanaman ialah waktu tanam dan jarak tanam. Waktu tanam berkaitan erat dengan iklim. Ada tumbuhan yang cocok ditanam di demam isu penghujan, sedangkan Jarak tanam diubahsuaikan dengan morfologi tumbuhan dan tingkat kesuburan tanahnya. Mengatur jarak tanam berarti memberi ruang lingkup hidup yang sama/merata bagi setiap tanaman. Dengan mengatur jarak tanam ini akan diperoleh barisan-barisan tumbuhan yang teratur sehingga gampang dalam melaksanakan pengelolaan tumbuhan selanjutnya.
Bibit yang sudah siap tanam dicabut dipersemaian beserta akarnya jikalau bibit berasal dari persemaian plastik atau tray 25-30 hari sesudah semai bibit pribadi ditanam pada lubang tanam dengan jarak 70x60 cm, Sewaktu penanaman bibit diusahakan tumbuhan tomat tidak menyentuh tanah, supaya tumbuhan tidak membusuk dan terkena penyakit akhir kotoran disebabkan oleh tanah, dikala yang paling tepat untuk penanaman tomat ialah 2-4 ahad sebelum hujan terakhir. Penanaman dilakukan pada sore hari supaya tumbuhan tidak layu dan sanggup menyesuaikan diri pada lahan yang ditanami.
♦ Pemeliharaan
• Penyiraman
Penyiraman tumbuhan sayuran banyak membutuhkan air ibarat halnya tumbuhan tomat, sayuran daun mengandung ± waktu penyiraman yang baik ialah pada sore hari perlu diketahui bahwa maksud penyiraman ialah :
a. Menggantikan air yang sudah banyak menguap pada siang hari;
b. Mengembalikan kekuatan tumbuhan pada keadan tumbuhan dimalam hari;
c. Penambahan terhadap tumbuhan yang kekurangan air.
Penyiraman hendaknya dilakukan dengan hati–hati, dan diusahakan tidak atau jangan hingga mengenai daun lantaran tumbuhan akan gampang menderita penyakit ibarat virus. Penyiraman yang dilakukan penyusun menggunakan alat berupa selang dan dilakukan pada sore hari dengan tujuan mengurangi penguapan.
• Penyulaman
Bibit tomat yang gres ditanam, baik melalui persemaian maupun pribadi ditanam tidak semuanya sanggup tumbuh dan bertahan menjadi tumbuhan remaja beberapa diantaranya niscaya ada yang mati salah satu cara mengatasinya ialah melaksanakan penyulaman, caranya dikala tomat berumur 7–14 hari sesudah tumbuhan lakukan penggantian bibit yang mati dengan bibit yang gres dan diambil dari bibit terdahulu atau bibit yang ditanam dengan selang waktu 7–14 hari dari awal penyemaian. Jika dalam 3 mingu sesudah tanam masih ditemukan bibit yang mati tidak perlu lagi dilakukan penyulaman, alasannya ialah penyulaman pada umur lebih, dari 3 ahad akan menghasilkan tumbuhan yang pertumbuhan dan umur panennya tidak seragam sehingga akan menyulitkan penanaman.
• Penyiangan/Pembumbunan
Penyiangan harus dilakukan manakala tampak bahwa telah tumbuh gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Biasanya pelaksanaan penyiangan dibarengi dengan pembumbunan tanah di sekitar tanaman. Penyiangan sanggup dilakukan 2 atau 3 kali atau sesuai dengan kondisi lapang. penyiangan dilakukan dengan cara dicabut menggunakan tangan dan yang sulit dicabut menggunakan cangkul atau kored.
• Pemupukan
Pupuk biasanya diberikan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan. Dapat diberikan pada tanah atau lewat daun atau penggalan tumbuhan lain. Sebagai pupuk dasar bisa dipakai pupuk sangkar atau kompos. Pupuk susulan berupa pupuk NPK yang diberikan 2 - 3 kali selama pertumbuhannya dengan cara ditugal kan pada setiap tanaman. NPK 15-15-15 sebanyak takaran 2 gram/tanaman.
• Pemangkasan
Tanaman yang berupa perdu atau pohon umumnya perlu pemangkasan. Pemangkasan ini dimaksudkan antara lain untuk membentuk pohon, mengurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman, dan lain-lain.
Tujuan membentuk pohon ialah supaya sanggup berbunga atau berproduksi lebih banya. Pengurangan daun dimaksudkan untuk mendapat hasil assimilasi higienis yang optimum. Dengan pemangkasan juga dimungkinkan mempercepat proses pembuahan. Tetapi adakalanya pemangkasan dilakukan untuk peremajaan tumbuhan (rejuvenilisasi).
Secara umum pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tidak tepat, memotong tunas-tunas air, atau memotong ranting-ranting yang kena penyakit. Pemangkasan yang penulis lakukan setiap seminggu sekali selama pertumbuhannya, tiap pohon hanya ditinggalkan sua cabang dan masing-masing cabang dibiarkan tumbuh masing-masing tiga tandan, dan buah yang dibiarkan masing-masing tandan disisakan 5 buah yang dipelihara supaya menghasilkan buah yang besar.
• Pengikatan
Pengikatan pohon dimaksudkan untuk menghindari tumbuhan tomat roboh pada dikala berbuah dan supaya tumbuhan tomat tersebut sanggup tumbuh tegak
• Pengendalian hama dan penyakit
A. Hama
1. Ulat buah (Hiliothis armigera)
Ulat ini menyerang tomat yang masih muda sehingga buah sudah renta tampak berlubang–lubang dan biasanya wangi lantaran infeksi, ulat ini sanggup dibrantas denagn inteksida.
2. Nematoda (Helodogyama sP)
Cacing ini menimbulkan akar–akar tomat berbintil–bintil, biasanya hanya timbul pada tanah–tanah ringan yang terlalu asam ( PH 4 – 5). Pemberantasan dengan nematisida.
3. Lalat buah (Dacus durcalis)
Lalat ini umumnya menyerang dengan cara menyuntikan telur–telurnya kedalam kulit buah tomat, dan telur tersebut akan menjadi larva yang menggerogoti buah tomat dari dalam sehinga buah tersebut menjadi wangi dan rontok. Lalat buah sanggup dikendalikan dengan cara menyemprotkan inteksida sistemik semenjak buah berumur 1 minggu.
4. Kutu putih (Pseu dococus SP)
Kutu putih menyerang tomat dengan cara menghisap cairan daun. Hama ini juga mambawa penyakit embun jelaga. Akibatnya daun menjadi keriting dan bunga/buah mengalami kerontokan pemberontakan gunakan insektisida.
B. Penyakit
1. Blossom and Root (busuk ujung buah)
Biasanya menyerang buah tomat baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Penyakit disebabkan oleh kekurangan unsur hara mikro Ca [kalsium]. Pembarantasnya dengan penyebaran kapur dolomit.pemupukan yang berimbangan pengairan rata penyemprotan CaCl2 pada seluruh permukaan daun dengan frekuensi 5–7 hari sekali sebanyak 0,1%.
2. Layu furasium
Biasanya menyerang buah tomat baik yang masih muda di dataran tinggi yang mempunyai kelembaban tinggi dimusim hujan. Langkah yang sanggup mencegah serangan penyakit layu furasium, sebagai berikut:
Lakukan pemupukan yang berimbang
a. Pilih dan tanam bibit yang tahan terhadap segala penyakit
b. Pilih lokasi penanaman yang berdrainse cukup baik.
c. Pilih tempat yang bersikulasi udara lancar
d. Pilih lokasi penanaman yang mendapat sinar matahari penuh .
e. Pilih tumbuhan yang masih sehat .
f. Rendam bibit ke dalam larutan benomil 0,1% sebelum penanaman.
3. Bacterial will (layu kuman )
Biasanya menyerang tumbuhan tomat yang tumbuh didaerah dataran rendah dengan suhu dan kelembaban yang tinggi penyakit ini disebabkan oleh kuman psedomonas penyakit ini sanggup dikendalikan dengan menggunakan Agrep 20 wp atau agromicin 15/1,5 wp .
4. Penyakit wangi buah
Biasanya disebabkan oleh cendawan Collectroticum SP. Cegah serangan penyakit ini dengan cara pemangkasan yang teratur, menjaga kelembaban kebun, dan menjaga saniatasi tanah. Penyakit ini sanggup dicegah dan diberantas dengan menggunakan bubur Bordeaux 1-3%, alcohol 50WP, Prekiur N, prukit PR 10/56 WP, ridomil dan antracol.
Panen dan Pasca Panen
Panen buah tomat di panen pertama kali pada umur 90 hari semenjak pindah tanam. Lalu selama 3–5 hari sekali hingga buah habis, buah tomat yang akan dipasarkan dalam jarak jauh sebaiknya dipanen pada tingkat kemasan 75%, ketika buah marih hijau atau kira–kira 5– hari lagi menjadi merah, sedangkan untuk jarak bersahabat tingkat kemasakan 90% yakni ketika buah berwarna kuning kemerah – merahan.
Sumber: www.bbpp-lembang.info.
Baca juga Cara Budidaya Tanaman Wortel. Sumber http://www.waring99.com


Komentar
Posting Komentar