Pak Tani - 7 Langkah Sukses Budidaya Ikan Gurame

Gurame tergolong ikan air tawar yang bersisik dan gampang untuk dibudidayakan. Ikan gurame mempunyai potensi yang besar, alasannya yaitu ikan ini mempunyai harga yang cukup tinggi dan terus meninkat hingga kali ini.
Ikan gurame memang tidak sulit dalam membudidayakanya namun tidak sedkit pula pengusaha budidaya ikan ini yang kurang berhasil, alasannya yaitu mereka tidak mempunyai kunci dalam pembudidayakan ikan gurame.
Kunci sukses dalam perjuangan budidaya gurame yaitu setingan kolam, buat senyaman mungkin air kolam untuk beradaptasi, caranya:
- Persiapan lahan
- Pemupukan lahan
- Persiapan awal tebar benih ikan gurame
- Penebaran benih

1. Persiapan Lahan
Dalam pembudidayaan ikan gurame tentu yang pertama harus kita buat yaitu mempersiapkan kolam, dengan menentukan seberapa besar ukuran kolam dan berapa jenis kolam yang dibutuhkan. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu settingan kolam menyerupai apa yang akan kita buat dan jenis-jenisnya.

> Kolam penyimpanan induk
Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.

> Kolam pemijahan
Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan yaitu suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting.

> Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan
Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada kali benih ikan berukuran 3-5 cm.

> Kolam pembesaran
Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. terkadang dalam pemeliharaan ini diharapkan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.

> Kolam/tempat pemberokan
Merupakan tempat pencucian ikan sebelum dipasarkan

*Jangan lewatkan artikel menarik berikut Keuntungan Penggunaan Mulsa Plastik Pada Budidaya Udang Vaname

2.  Peralatan Budidaya Ikan Gurame
Macam peralatan yang biasa dipakai dalam perjuangan pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, ember banyak sekali ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
Sedangkan peralatan lain yang dipakai untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain yaitu warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau adakala untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu ahad keatas),
seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).
#Waring ikan RK Super tersedia di Lim Corporation, info harga waring selengkapnya sanggup Anda klik DISINI

3. Pengisihan Air Kolam Ikan Gurame
Mengisi air kolam harus dibentuk secara bertahap isi dengan air hingga penuh untuk memungkinkan biota kolam menyerupai fitoplankton tumbuh dengan baik. selepas air kolam dipenuhi fitoplankton akan berwarna kehijauan alasannya yaitu tumbuh juga lumut dan tumbuhan lainya . setelah satu minggu, benih ikan gurame gres siap ditebar.
Pergantian Air harus dibentuk setiap 1 ahad sekali alasannya yaitu air akan mengurang dan akan keruh alasannya yaitu penguapan dan juga sisa pakan dan kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam. maka perlu di buat pengurangan serta penambahan air kolam sebanyak 30 % supaya sirkulasi air tetap terjaga.
Solusi bila anda tidak ingin terlalu sering mengganti dan menambah air, sanggup diatasi dengan mebuat sirkulasi air dengan memakai sumbera air. Hal ini pun sangat membantu alasannya yaitu dengan adanya pergantian air secara berkesinambungan akan menciptakan kualitas air menjadi terjamin.

4. Penebaran Bibit Gurame


Sebelum mebuat penebaran tentu saja anda harus menentukan bibit yang mempunyai kualitas yang tinggi. Berikut yaitu ciri-ciri bibit gurame yang mempunyai kualitas tinggi.
1. Keadaan sisik yang mengkilat
2. Selalu aktif berenang di air
3. Ukuran seragam
4. Bebas dari banyak sekali macam penyakit, sehingga sanggup dipelihara dengan baik sesampainya di kolam pembiakan.
setelah pemilihan benih selesai, dan sebelum Penebaran benih dibentuk terlebih dahulu benih ikan dimasukkan ke dalam ember atau kolam dan isi ember tersebut dengan air dari kolam yang akan di Tebari , diamkan selama sekitar 20 menit sehingga benih ikan perlahan-lahan sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungan air akan kemudian menjadi habitat di kolam. setelah membiarkan selama sekitar 20 menit perlahan benih ikan di tebarkan kedalam kolam. dan umumnya membuatkan benih berukan 5-7 cm.

5. Pemeliharaan Pembesaran Ikan Gurame
Pemeliharaan pembesaran sanggup dibentuk secara polikultur maupun monokultur.
- Polikultur
Ikan gurame dipeliharan bersama ikan tawes, ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih menguntungkan alasannya yaitu pertumbuhan ikan gurame yang cukup lambat.

- Monokultur
Pada pemeliharaan gurame tersendiri, bibit yang disebar minimal harus berumur 2 bulan. Penebaran bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diharapkan luas kolam sekitar 1500 meter persegi
a. Pemupukan
Pemupukan sanggup dibentuk dengan materi kimia dan pupuk kandang. Pada umumnya pemupukan hanya dibentuk 1 kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi binatang peliharaan.

Tahap pertama pemupukan dibentuk pada waktu kolam dikeringkan. Pada kali ini pupuk yang diberikan yaitu pupuk sangkar sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam, air disisakan bertahap hingga mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari.

Pada tahap berikutnya pemupukan dibentuk dengan memakai pupuk buatan menyerupai TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan menyeluruh ke setiap dasar dan sudut kolam.

b. Pemberian pakan
Gurame yaitu spesies ikan pemakan tumbuhan (herbivora) .Akan tetapi dikala ukuran benih ikan Gurame Besar bersipat karnivora, dan oleh alasannya yaitu itu jenis pakan yang diberikan pada kali ukuran benih ikan kecil dalam bentuk kutu air (Daphnia), cacing sutra. Sifat dari ikan gurame herbivora yang terjadi dikala dewasa. Makanan pokok dari ikan gurame dalam bentuk pelet yang sanggup diatur gizi, tapi di tempat yang agak sulit untuk mendapat pelet, daun alternatif yang sangat baik untuk ikan gurame makanan 2 kali sehari, pagi dan sore hanya cukup untuk pelet 30% kadar protein pakan sedikit lebih baik demi sedikit ikan gurame tidak diklasifikasikan sebagai ikan rakus.

Kecuali pelet makanan untuk ikan gurame sanggup ditambahkan. Daun dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan gurame.

* Baca juga Cara Jitu Budidaya Singkong Supaya Hasil Menjadi Melimpah

Berbagai jenis perhiasan pakan yang biasa diberikan kepada ikan gurame yaitu sebagai berikut:
1. Daun talas / daun talas daun Sente
2. Daun singkong
3. Daun kangkung
4. Daun ubi jalar
5. Daun pepaya
6. Tauge: tauge kacang hijau, tauge kacang merah, tauge dari bibit padi muda labu
7. Pakan buatan, jagung, dedak, dan ampas tahu. Direbus dan kemudian cincang.
Pakan teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi sanggup meningkatkan pertumbuhan ikan tumbuh lebih cepat. Pada budidaya ikan gurame. menghindari makan berlebihan, bila ada makanan yang tersisa maka itu akan menjadi output pemicu penyakit dan stres. limbah makanan mengandung sejumlah amonia yang merupakan racun bagi ikan gurame. kecuali makan jumlah dan frekuensi hal-hal lain yang biasa yang perlu diperhatikan yaitu kualitas air.




6. Pemanenan Ikan Gurame
Umumnya pemanenan dibentuk setelah ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat tubuh 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya sanggup mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor. Adapun cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit, penangkapan dibentuk pada pagi hari. Hindari cara penangkapan yang sanggup menyebabkan ikan terluka.
Pembersihan
setelah air kolam surut, benih digiring masuk ke petak kecil. Kemudian diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen. Biasanya waktu panen tidak hanya gurame saja yang tertangkap, sehingga sebelum ikan dimasukkan ke kolam pemberokan, harus diseleksi dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan benih dibentuk selama 1 hari. tujuannya supaya ikan tidak mabuk sewaktu diangkut ke pasar. Lamanya pencucian diadaptasi dengan besarnya benih.

7. Pemeliharaan Kolam Sesudah Panen 
- Keringkan kolam sebelum diisi air
- Taburkan garam grasak untuk membasmi jamur kali penjemuran kolam
- Gemburkan tanah sebelum di isi air bila kolam tanah

Inilah 7 langkah jitu yang akan membantu Anda sukses dalam berbudidaya ikan gurame,, semoga bermanfaat!!
Sumber http://www.waring99.com

Komentar