Pak Tani - Cara Sempurna Budidaya Sayuran Buncis

Siapa yang tidak mengenal buncis?? Buncis merupakan sejenis polong-polongan yang buah, biji, serta daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein.  Buncis merupakan sayur yang kaya dengan protein dan vitamin. Buncis dipercaya sanggup membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah serta amat sesuai dimakan oleh mereka yang mengidap penyakit diabetes atau hipertensi. Kandungan serat serta enzim yang tinggi inilah yang sanggup membantu penurunan berat badan.
Berikut merupakan cara tepat budidaya buncis supaya hasil penen lebih optimal.


Persyaratan Benih/Bibit
Ketika akan melaksanakan budidaya buncis, maka hal pertama yang harus dilakukan ialah pemilihan bibit. Benih yang dipakai harus merupakan benih yang baik. Benih yang baik berasal dari indukkan yang unggul. Bibit yang baik harus mempunyai persyaratan tertentu seperti:

  • Memiliki kemampuan untuk tumbuh minimum dari 80-85%,
  • Bentuk utuh, warna mengkilap,
  • Tidak berwarna cokelat terutama pada biji,
  • Bebas dari hama serta penyakit, seragam, tidak dicampur dengan varietas lain, serta higienis dari kotoran.
  • Benih mempunyai daya tumbuh tinggi, sanggup disimpan lama, tahan terhadap hama serta penyakit, berkembang cepat serta merata

Persiapan Benih Buncis
Benih/biji dipilih dari tumbuhan buncis yang sehat serta subur. Cara pemilihanya berdasarkan bedengan terbaik daerah buncis tumbuh. Alasan pemilihan tumbuhan berdasarkan bedengan biar proses penuaan tidak menganggu tumbuhan lainnya. Jika seleksi benih dipilih berdasarkan individu tumbuhan maka akan terjadi kegagalan panen pada individu-individu lain yang tumbuh dalam bedengan yang sama. Hal tersebut bisa terjadi lantaran tumbuhan yang mengalami proses penuaan buah akan menyedot nutrisi untuk tumbuhan lain. Sehingga tumbuhan yang buahnya tidak dibenihkan akan mengalami gagal panen. Buncis yang terpilih untuk calon benih dipetik serta diseleksi. Pilih buah yang besar-besar serta bentuknya sempurna. Kemudian jemur buah buncis di bawah terik matahari hingga kering, biasanya 1-2 hari. Setelah kering, kupas kulit buahnya kemudian ambil bijinya. Simpan benih dalam botol beling yang bersih. Setelah botol terisi penuh oleh benih, isi verbal botol memakai debu kayu sebagai penutupnya. Abu kayu mempunyai kegunaan sebagai media epilog botol serta untuk menyerap kelembaban. Sehingga kondisi dalam botol tetap kering namun masih memungkinkan adanya pertukaran udara. Biji buncis yang tersimpan dengan baik sanggup bertahan dalam suhu kamar selama 6 bulan.
*Baca JugaWaspada! Inilah Hama Pengacau Yang Sering Mengganggu Tanaman Anggrek

Pengolahan Lahan
Bersihkan lahan dari gulma atau rumput liar yang menggangu. Lalu gemburkan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul. Kemudian campurkan kapur secukupnya apabila kondisi tanah asam. Kemudian buat bedengan selebar 1 meter dengan tinggi bedengan berkisar 20-30 cm. Jarak antar bedengan 30-40 cm dengan panjang bedengan diubahsuaikan lahan.
Buat lubang tanam pada bedengan membentuk dua baris dengan jarak antar baris 50-60 serta jarak dalam baris 30 cm. Benamkan pupuk sangkar atau kompos kedalam lubang-lubang tanam tersebut, kurang lebih 1 genggaman tangan. Untuk 1 hektar tumbuhan diharapkan sekitar 20 ton pupuk sangkar atau kompos. Biarkan lahan tersebut selama 1-3 hari.

Penanaman Buncis
Dalam budidaya buncis, biji/bibit ditanam secara eksklusif tanpa proses penyemaian. Benamkan biji buncis yang siap tanam kedalam lubang yang sudah dibuat. Isi setiap lubang dengan 2 biji buncis. Kemudian tutup memakai tanah, kemudian siram secara terpola apabila kondisi tanah kering. Kebutuhan benih buncis ialah 50 kg per hektar. Buncis mulai berkecambah pada 3-7 hari sehabis ditanam. Pada hari ke-7 biasanya kecambah telah tumbuh secara serempak.

Perawatan Tanaman Buncis
Pemeliharaan yang dibutuhkan dalam budidaya buncis diantaranya pembumbunan tanah, pemasangan lenjer bambu serta pemupukan susulan. Tanaman buncis merupakan tumbuhan yang tahan kekeringan, sehingga tidak perlu menyiramnya setiap hari. walaupun hujan turun hanya terjadi sekali dalam seminggu, buncis masih sanggup tumbuh dengan baik. Penyiraman hanya dilakukan ketika kondisi lahan sudah sangat kering.Sekitar 2 ahad sehabis tanam, naikkan tanah yang berada di sekeliling tanaman. Maksudnya biar tanah menutupi akar yang menyembul serta memperkuat kedudukan akar. Selain itu, penaikan tanah dimaksudkan untuk menyiangi tumbuhan penggangu. Dengan penaikan tanah, tumbuhan pengganggu akan tercabut dari akarnya serta akan mati.

Pemasangan lenjer bambu atau pengajiran sanggup dilakukan sehabis ahad ke-2. Pasang lenjer bambu sepanjang 2 meter, kemudian gabungkan setiap empat lenjer pada pangkal atasnya. Pemasangan lenjer diharapkan biar tumbuhan merambat naik serta buah tidak mengenai tanah. Pemupukan susulan diberikan pada ahad ke-3. Berikan 1 kepal kompos atau pupuk sangkar yang telah matang pada setiap tanaman. Total keperluan untuk pupuk susulan sekitar 20 ton per hektar.

Pengendalian Hama Serta Penyakit
Hama yang kerap ditemui dalam budidaya buncis diantaranya lain kumbang pemotong daun yang merusak jaringan pengangkut. Kumbang ini menjadikan tumbuhan kering serta gagal berbunga. Untuk mengusirnya bisa dengan pertolongan biopestisida dari ekstrak gadung serta kipait. Namun biasanya penanganan dengan pestisida hayati tidak berlangsung lama. Oleh lantaran itu  penanganan secara manual malah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual masih sanggup dilakukan. Biasanya dalam lahan berukuran 100 meter persegi sanggup ditemukan sekitar 50-100 ekor kumbang.
Beberapa hama lain yang sering menyerang buncis ialah lalat kacang, kutu daun, ulat grayak , penggerek biji serta ulat bunga. Pengendaliannya dengan menerapkan kultur teknis menyerupai merotasi tanaman, penanaman serempak, membersihkan serta memusnahkan hama secara manual.
Selain hama, penyakit yang sering menyerang buncis antara lain penyakit mosaik daun, penyakit sapu, layu bakteri, antraknosa serta embun tepung. Cara pencegahannya ialah dengan perbaikan drainase serta mencabut tumbuhan yang mati. Pemakaian benih yang bebas dari penyakit akan menghindarkan serangan di kemudian hari. Jika terpaksa, lakukan penyemprotan memakai pestisida hayati.
*Baca Juga : Trik Ampuh Budidaya Buah Nangka Yang Dijamin Mujarab

Panen
Ciri serta Umur Panen
Buncis sanggup dipanen ketika tumbuhan telah berumur 60 hari serta polong menawarkan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Warna polong agak muda serta suram.
  • Permukaan kulitnya agak kasar.
  • Biji dalam polong belum menonjol.
  • Bila polong dipatahkan akan berbunyi letupan.

Cara Panen
Dalam memilih ketika panen harus setepat mungkin, alasannya ialah bila hingga terlambat memanen beberapa hari saja maka polong buncis sanggup terjangkit penyakit bercak Cercospora. Penyakit tersebut bekerjsama cuma menyerang daun serta kepingan tumbuhan lainnya, akan tetapi lantaran kalau pemetikan terlambat, maka penyakit tersebut akan berkembang hingga ke polong-polongnya.
Cara panen sanggup dilakukan dengan cara dipetik memakai tangan. Penggunaan alat menyerupai pisau atau benda tajam yang lain hendaknya dihindari lantaran sanggup merusak polongnya. Jika hal ini terjadi maka cendawan atau basil sanggup masuk kedalam jaringan, sehingga kualitas polong menurun. Jika kualitas buncis jelek, maka harga jualnya juga ikut menurun.

Selamat mencoba,.....

Sumber http://www.waring99.com

Komentar