Pak Tani - Waspada Tanda-Tanda Serangan Hama Pada Flora Tomat, Segera Lakukan Pengendalian!!

Tomat ialah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan orisinil Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko hingga Peru. Tomat ialah tumbuhan siklus hidup singkat, sanggup tumbuh setinggi 1 hingga 3 meter. Tumbuhan ini mempunyai buah berawarna hijau, kuning, dan merah yang biasa digunakan sebagai sayur dalam masakan atau dimakan secara eksklusif tanpa diproses. Tomat mempunyai batang dan daun yang tidak sanggup dikonsumsi alasannya ialah masih sekeluarga dengan kentang dan Terung yang mengadung Alkaloid. Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan dan diperdagangkan. Pengelompokan hampir selalu didasarkan pada penampilan atau kegunaan buahnya.

Keberhasilan budidaya tumbuhan tomat dipengaruhi oleh aneka macam factor termasuk salah satunya dalah terbebasnya dari serangan hama dan penyakit yang biasa menyerang tumbuhan tomat. Maka dari itu kami berusaha menawarkan pengetahuan untuk para petani tomat perihal beberapa hama tumbuhan tomat, berikut salah satunya :

*Baca juga : Cara Tepat Budidaya Sayuran Buncis

1. Ulat buah tomat
•    Cri-ciri:
Ngengat atau kupu-kupu hama ini berwarna sawo kekuning-kuningan dengan bintik-bintik serta garis berwarna hitam. Telur diletakkan secara tunggal di penggalan pucuk tumbuhan atau di sekitar bunga. Ukuran telur kecil-kecil dan berwarna kuning. Larva mempunyai warna bervariasi, yakni pada waktu kecil umumnya merah renta hingga hitam, sehabis agak besarmenjadi hijau, kuning kecoklat-coklatan hingga merah tua. Tubuh larva berbentuk silinder. Pupa dibuat di atas permukaan tanah. Daur (siklus) hidup berlangsung selama 52 hingga 58 hari.

•    Gejala serangan:
Ulat yang masih berbentuk larva melubangi buat, sehingga menjadi amis kemudian jatuh ke tanah. Kadang-kadang larva menyerang pucuk tumbuhan dan melubangai percabangan.
•    Pengendalian:
Non kimiawi, antara lain secara kultur teknis yaitu dengan menjaga kebersihan kebun (sanitasi) dari sisa-sisa tumbuhan atau rerumputan yang biasanya dijadikan sarang hama. Kimiawi, dengan penyemprotan insektisida.

2. Ulat tanah
•    Ciri-ciri:
Ngengat atau kupu-kupu berwarna coklat renta dengan beberapa titik putih bergaris-garis. Telur berukuran kecil, bentuknya lingkaran bergaris tengah 0,5 mm, diletakkan secara tunggal atau berkelompok pada tumbuhan muda dan rumput liar (gulma). Larva (ulat) berwarna coklat hingga hitam, ukuran panjang mencapai 4-5 cm, aktif pada senja dan malam hari; pada siang hari bersembunyi di bawah permukaan tanah. Daur (siklus) hidup berlangsung selama 46 hingga 71 hari.
•    Gejala serangan:
Terpotongnya tumbuhan muda pada penggalan pangkal batang, sehingga tumbuhan menjadi roboh. Kerusakan yang lebih parah sanggup mengakibatkan kerugian yang berarti;yaitu matinya tumbuhan muda.
•    Pengendalian:
Non kimiawi, yakni secara mekanis (mengumpulkan dan membunuh ulat), dan secara kultur teknis yakni dengan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tumbuhan atau rerumputan liar (gulma). Kimia, dengan umpan beracun.

*Jangan lewatkan harga waring sayur terupdate dari kami, silahkan klik DISINI

3. Kutu kebul
•    Ciri-ciri :
Serangga sampaumur berwarna putih dengan sayap jernih, ditutup lapisan lilin yang bertepung.ukuran badan serangga berkisar antara 1 hingga 1,5 mm. Telur berwarna kuning terang, diletakkan pada permukaan daun penggalan bawah. Daur(siklus) hidup dari telur hingga serangga sampaumur berlangsung selama 25 hari. Serangga sampaumur biasanya hidup berkelompok dalam jumlah yang banyak, dan jikalau tersentuh akan beterbangan menyerupai kabut, sehingga disebutlah “kebul putih”.
•    Gejala serangan:
Terhambatnya pertumbuhan pucuk atau daun, alasannya ialah kutu kebun mengisap cairan sel daun dan ekskresinya menghasilkan “embun madu” yang menjadi medium tumbuhnya “embun jelaga”. Kutu ini berfungsi sebagai vector penyakit virus.
•    Pengendalian:
Non kimiawi, dengan melaksanakan pergiliran (rotasi) tumbuhan yang bukan inang kutu kebul. Kimiawi, disemprot insektisida efektif.
Sumber http://www.waring99.com

Komentar