Pak Tani - Apa Sajakah Yang Tergolong Flora Palawija??


Istilah Palawija (Sanskerta: phaladwija) secara harfiah berarti tumbuhan kedua. Berdasarkan makna dari bahasa Sanskerta, palawija bermakna hasil kedua, dan merupakan tumbuhan hasil panen kedua di samping padi. Istilah palawija (polowijo) berkembang diantara para petani di Pulau Jawa untuk menyebut jenis tumbuhan pertanian selain padi.

Apa Saja Jenis Tanaman Palawija?
Tanaman pertanian yang bisa disebut sebagai palawija antara lain:
- Jagung
- Sorghum
- Kacang hijau
- Kacang tunggak
- Kedelai
- Singkong
- Kentang
- Ubi
- Gembili
- Wortel
- Mentimun
- Oyong
- Kacang panjang
- Talas.

Menurut beberapa buku menyebutkan buah yang tumbuh melekat di atas tanah juga disebut palawija, menyerupai labu, blewah, dan semangka, meski dalam definisi pertanian modern mereka disebut dengan hortikultura.

# Baca juga Cara Budidaya Kacang Tanah Agar Hasil Melimpah

Apa Itu Pertanian Berkelanjutan?
Pada sistem yang menekankan pertanian berkelanjutan, palawija merupakan salah satu komponen untuk melaksanakan rotasi tanaman. Palawija bisa menghemat air di demam isu kering sehingga tidak menunjukkan beban bagi irigasi, terutama saat irigasi tidak bisa menunjukkan cukup air bagi padi sawah. Palawija juga bisa menjadi sumber penghidupan di dataran tinggi di mana padi tidak sanggup tumbuh. Pada lereng Gunung Merapi, petani melaksanakan rotasi tumbuhan dengan menanam padi yang diselingi palawija untuk memutus siklus hidup hama tikus. Rotasi tumbuhan ini terbukti meningkatkan produktivitas hasil pertanian setempat.

Pada sisi lain, palawija merupakan tumbuhan yang cukup rentan terhadap serangan hama sehingga membutuhkan lebih banyak pestisida. Palawija juga rentan dengan serangan "hama besar" menyerupai babi hutan (Celeng).

# Jangan lewatkan Khasiat Buah Naga Yang Jarang Diketahui Orang

Peran Palawija Untuk Ketahanan Pangan
Palawija/polowijo merupakan salah satu kunci dalam menggalakkan diversifikasi pangan di Indonesia demi mempertahankan ketahanan pangan. Lahan tidur yang tidak tergarap, misal lahan bekas kehutanan, bisa ditanam palawija sebab penanaman palawija tidak membutuhkan banyak air. Jika terwujud, hal ini sanggup meningkatkan produksi pangan. Berbagai petani juga menentukan untuk beralih ke palawija saat komoditas utama mereka mengalami penurunan harga, menyerupai yang dialami petani tebu di Jawa Tengah.
Sumber http://www.waring99.com

Komentar