Pak Tani - Lakukan 4 Cara Ini, Kalau Anda Ingin Sukses Budidaya Ikan Baung!

Baung adalah nama sekelompok ikan yang tergolong dalam keluarga Hemibagrus, yang bersuku Bagridae. Ikan ini tersebar luas di wilayah India, Cina Selatan, serta Asia Tenggara dan juga terkenal dengan banyak sebutan nama di beberapa daerah, semisal ikan duri, baong, baon, bawon, senggal dan juga singgah, tagih/tageh, niken, tiken, siken, tiken bato, serta masih banyak nama lainnya.

1. Pemilihan Lokasi Kolam
Hal pertama guna ingin menekuni bisnis budidaya ikan baung, adalah Anda harus menentukan letak lokasi strategis guna membuidayakannya. Lokasi guna bak budidaya baung ini haruslah bak tanah dengan air tenang.

Untuk tanah yang cocok guna bak adalah tanah yang bersfat kokoh/kuat, dapat menampung banyak air, bersifat subur, tak berbatu, sumber air tidak mudah kering dikala kemarau, serta pula terhindar jauh dari polusi limbah serta materi beracun.

Sifat fisika kimia air, semisal suhu air lebih baik dikisarkan antara 26—30°C, untuk pH dikisarkan antara 4—9 ppm, dan untuk kandungan oksigen minimal sekitar 1 mg/liter serta optimalnya adalah 5—6 ppm, terakir adalah kandungan NH3 tak kurang dari angka 1,5 .

Baca Juga : Panduan Lengkap & Mudah Budidaya Nanas "Buah Rumah Spongebob"

2. Konstruksi Kolam
Untuk bentuk pada bak sendiri, lebih baik bentuk empat persegi panjang, dan bentuklah pematang trapesium memakai kemiringan sekitar 1:1, serta pada bab atas di pematang dapat ditanami beberapa tanaman air guna mencegah/menghindari terjadinya erosi. Ketinggian pematang berkisar antara 1,5 — 2 meter yang dapat diberikan tanah maupun tembok.

3. Persiapan Kolam
Keringkan dahulu dengan di diamkan saja kemudian berikan kapur CaCO3 yang berdosis 180—370 kg per hektar atau pertahun guna membasmi pemangsa serta binatang lain yang membahayakan hidup ikan. Tak hanya itu, langkah tersebut dikerjakan guna mengurangi tingkat keasaman pada tanah serta air kolam.

Kolam dapat pula diberikan pupuk menyerupai pupuk organik 1kg per m2 atau tiap periode maaupun dengan pupuk anorganik 1 gram per m2 atau tiap periode.

Ketinggian air budidaya sekitar 0,5 m serta debit air sekitar 10—15 liter/detik per hektar. Satu langkah sebelum air di masukkan ke dalam bak budidaya, pintu pada masuknya air diberikan saringan guna mencegah hama serta kotoran yang dapat masuk ke dalam bak pemeliharaan.

Jangan Lewatkan : Pabrik dan Distributor Jual Waring Sayur, Karung Jaring, Sak Jaring

4. Penebaran Benih
Proses ini dikerjakan setelah air didiamkan sekitar kurang lebih 1 bulanan, menggenang pada bak ikan. Untuk kedalaman air sendiri, lebih baik sekitar 50—80 cm. Bibit ikan yang disebarkan perlu berukuran sekitar 2—3 gram berkepadatan tebar sekitar 60—100 ekor per m2.
Sumber http://www.waring99.com

Komentar