Pak Tani - Cara Budidaya Pembenihan Ikan Konsumsi

Budidaya Ikan Konsumsi
Budidaya merupakan perjuangan yang bermanfaat dan member hasil, atau suatu sistem yang digunakan untuk memproduksi sesuatu dibawah kondisi buatan. Ikan konsumsi yaitu jenis-jenis ikan yang biasanya dikonsumsi sebagai pangan oleh manusia. Ikan konsumsi sanggup dikelompokkan menurut habitat hidup dan juga menurut upaya memperoleh ikan tersebut.

Proses Pembenihan Ikan Konsumsi
Di artikel ini saya menentukan ikan tawes untuk dibahas ihwal proses pembenihannya. Ikan konsumsi ibarat misalnya ikan tawes, yaitu ikan yang hidup di air tawar.

Berikut merupakan proses pembenihan ikan tawes :

Pembenihan induk
Untuk mendapat benih ikan tawes yang berkualitasdan jumlah yang banyak dalam pembenihan, perlu dipilih induk yang baik dengan cirri-ciri sbb :
1).Letak lubang dubur terletak relative lebih bersahabat dengan pangkal ekor.
2).Kepala relatif lebih kecil dan runcing
3).Sisik-sisiknya besar dan teratur.
4).Pangkal ekor lebar dan kokoh

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Nila & Mujair

Untuk mengetahui bahwa induk ikan tawes telah matang kelamin dan siap untuk dipijahkan, perhatikanlah tanda-tandanya berikut ini :

Induk betina
1).Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) dan apabila disentuh lebih lembek.
2).Lubang dubur terlihat sedikit kemerah-merahan.
3).Tutup insane jikalau diraba terasa lebih licin.
4).Bila perut ditekan dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitam-hitaman.

Induk jantan
1).Tutup insane jikalau diraba terasa lebih kasar.
2).Bila diurut dari arah kepala ke anus, akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma)

Persiapan Kolam
a).Kolam pemijahan ikan tawes sekaligus merupakan bak penetasan dan bak pendederan. Tapi sebelum digunakan untuk pemijahan, bak harus dikeringkan terlebih dahulu.
b).Perbaikan pematang dan dalam bak digunakan terusan memanjang dan pemasukan air ke arah pengeluaran air dengan lebar 40 cm dan dalamnya 20-30 cm.

Pelepasan Induk
a).Induk ikan tawes yang telah terpilih untuk dipijahkan, antara induk jantan dan betina ditempatkan secara terpisah selama 4-5 hari.
b).Setelah itu, induk ikan dimasukkan ke bak pemijahan.
c).Air mencapai -+ 20 cm pada waktu pendederan induk ikan.
d).Jumlah induk yang dilepaskan yaitu sbb : induk betina 25 ekor dan induk jantan 50 ekor.
e).Pada waktu yang cukup, air yang masuk ke bak diperbesar sehingga pemikiran air lebih deras.
f).Induk ikan yang memijah biasanya sudah mulai bekejar-kejaran di sekitar pemasukan air.

Penetasan Telur
a).Sesudah induk ikan tawes bertelur, air yang masuk ke bak dipersempit supaya telur-telur tidak terbawa pemikiran air. Penetasan sanggup pribadi dilakukan di bak pembuahan juga.
b).Bila ada telur-telur yang menumpuk di kolam, bab lahan yang dangkal disebarkan dengan mengayun-ayunkan sapu lidi di dasar kolam.
c).Telur ikan tawes biasanya akan menetas sehabis 2-3 hari.
d).Dari hasil penetasan budidaya di bak tersebut selama -+ 21 hari.


Pemungutan Hasil Benih Ikan
a).Panen dilakukan pada pagi hari.
b).Mengeringkan kolam.
c).Benih ditangkap dengan memakai waring atau seser.
d).Benih di tamping di hapa yang telah diletakkan di terusan air mengalir dengan pemikiran air yang tidak deras.
e).Benih yang terkumpul selanjutnya kembali dipelihara atau sanggup juga pribadi dijual.

Jangan Lewatkan : Tips Jitu Budidaya Kacang Tanah Dengan Hasil Melimpah

Pendederan
a).Mula-mula bak dikeringkan selama 2-3 hari.
b).Pembuatan caren atau saluran.
c).Dasar bak diolah dicangkul lalu dipupuk dengan urea.
d).Selanjutnya air diairi setinggi 2-3 cm dan didiamkan 2-3 hari, lalu air bak ditambah bertahap hingga kedalaman kira-kira 50 cm.
e).Benih ditebar di seluruh bak dengan padat lebar 10-20 ekor/m².
f).Pemeliharaan dilakukan selama kurang lebih 1 bulan.
g).Selanjutnya sanggup dipanen dan hasil benih sanggup dijual atau sanggup ditebar kembali di bak pendederan II.
Sumber http://www.waring99.com

Komentar