Pak Tani - Inilah Triknya Budidaya Ikan Kerapu Di Kawasan Pesisir Pantai


Ikan Kerapu termasuk dalam jenis ikan bahari yang banyak disukai para konsumen lantaran tekstur dagingnya yang lembut dan gurih.  Ikan Kerapu ini sedap sekali bila disajikan dengan cara dibakar ataupun digoreng juga lezat. Bahasa internasional ikan kerapu ialah grouper, banyak restoran menyajikan ikan kerapu sebagai sajian utama mereka. Ikan Kerapu ini sanggup mempunyai berat hingga ratusan kilogram.

Kerapu juga termasuk jenis ikan demersal yang suka hidup pada perairan karang, di antara lubang-lubang karang atau di dalam gua di dasar perairan. Ikan Kerapu termasuk binatang karnivora yang kurang aktif, relatif gampang dibudidayakan, lantaran mempunyai daya penyesuaian yang tinggi. Untuk memenuhi keinginan  ikan kerapu yang terus tinggi, tak sanggup dipenuhi dari hasil penangkapan sehingga perjuangan budidaya yaitu salah satu peluang perjuangan sangat terbuka luas.

Di Indonesia ada 3 jenis ikan kerapu yang dikenal, yaitu kerapu bebek, kerapu macan, dan kerapu lumpur yang sudah ada. Dari ketiga jenis ikan kerapu di atas, untuk pengembangan disarankan jenis ikan kerapu tikus atau keparu belibis (Cromileptes altivelis).
             
Cara Budidaya Ikan Kerapu

1. Pemilihan Benih

Ciri-ciri benih kerapu yang baik, yaitu ukurannya setiap benih sama, terbebas dari penyakit, gerakan berenangnya hening serta tidak menciptakan gerakan yang tak teratur atau gelisah tetapi akan bergerak berangasan bila ditangkap, respon terhadap pakanan baik, warna sisiknya cerah, matanya terang, sisik dan sirip lengkap serta tak ada cacat tubuh.

2. Penebaran Benih

Proses penebaran benih sangat memengaruhi pada kelangsungan hidup benih. Sebelum ditebarkan, benih ikan perlu diadaptasikan  dahulu dengan kondisi lingkungan barunya. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyesuaian ini, yaitu :

waktu penebaran benih ikan sebaikanya dilakukan pada pagi atau sore hari, atau dikala cuaca teduh,
sifat kanibalisme yang terus meningkat pada kepadatan yang tinggi, dan
aklimatisasi, terutama suhu dan salinitas.

3. Pendederan

Benih ikan kerapu ukuran panjangnya sekitar 4cm dari hasil tangkapan maupun dari hasil pembenihan, didederkan dahulu dalam jaring nylon atau waring. Setelah satu bulan, lakukanlah pemilahan ukuran serta pergantian jaring. Ukuran jaringnya tidak berubah, hanya saja kepadatannya lebih kecil. Setelah itu pindahkan ke sebuah jaring besar ukuran 3x3x3 meter dengan kepadatan sekitar 500 ekor dan kemudian dipindahkan ke dalam keramba pembesaran hingga mencapai ukuran konsumsi sekitar 500 gram.

4. Pakan dan Pemberiannya

Biaya pakan yaitu biaya operasional terbesar dalam budidaya ikan kerapu dalam keramba jaring apung. Oleh lantaran itu, pemilihan jenis pakan harus sangat sempurna dengan mempertimbangkan kualitas nutrisi, selera ikan dan harganya.  Pemberian pakan sebaiknya untuk ditebar seluas mungkin, sehingga setiap ikan mendapat kesempatan yang sama untuk mendapat pakan. Pada tahap pendederan, pakan diberikan hingga kenyang. Sedangkan untuk pembesaran sekitar 8% dari total berat tubuh per hari. 
Pemberian pakan disarankan lakukan pada pagi hari dan sore hari. Pakanan alami dari ikan kerapu yaitu potongan ikan dari jenis ikan tanjan, tembang, dan lain-lain. Benih kerapu yang gres saja ditebar biasanya diberi pakan ibarat por ikan. Untuk jumlah 1000 ekor ikan sanggup diberikan 100 gram por ikan per hari.

5. Hama dan Penyakit

Jenis hama yang selalu mengganggu perjuangan budidaya ikan kerapu dalam keramba jaring apung yaitu ikan buntal, burung, dan penyu. Sedangkan, jenis penyakit abses yang sering menyerang ikan kerapu yaitu :
  • penyakit jawaban serangan parasit
  • penyakit jawaban protozoa
  • penyakit jawaban jamur (fungi)
  • penyakit jawaban serangan bakteri
  • penyakit jawaban serangan virus


6. Pembuatan Keramba Jaring Apung

a. Pembuatan Rakit Keramba

- Rakit

Rakit sanggup dibentuk dari materi kayu, bambu atau besi yang dilapisi materi anti karat. Ukuran bingkai rakit biasanya sekitar 6m x 6m atau 8m x 8m. 

Baca Juga :


- Pelampung

Untuk mengapungkan satu buah rakit, memerlukan pelampung yang terbuat dari materi drum bekas atau drum plastik bervolume 200 liter, styreofoam ataupun drum fiber. Kebutuhan pelampung untuk satu buah rakit ukuran 6m x 6m yang dibagi 4 bab membutuhkan sekitar 8 buah pelampung dan 12 buah pelampung untuk rakit yang ukurannya 8m x 8m. Bahan pelampung yang akan digunakan yaitu drum plastik yang mempunyai volume 200 liter yaitu sebanyak 35 drum. Sebelum dipakai, dalam drum plampung diberi sedikit karbit.


- Pengikat

Bahan pengikat rakit bambu sanggup menggunakan kawat dengan diameter sekitar 4mm atau tali plastik polyetheline. Rakit yang terbuat dari kayu dan besi, pengikatannya menggunakan baut. Untuk mengikat pelampung ke bingkai rakit menggunakan tali PE dengan diameter sekitar 4-6mm.

- Jangkar

Untuk menahan rakit supaya tak terbawa arus air, dipakailah jangkar yang terbuat dari besi atau semen blok. Berat dan bentuk jangkar disamakan dengan kondisi perairan setempat. Kebutuhan jangkar per unit keramba minimal 4 buah dengan berat sekitar 25kg - 50kg yang penempatannya dibentuk sedemikian rupa sehingga rakit tetap dalam posisinya.

b. Pembuatan Jaring

- Jaring

Kantong jaring yang digunakan dalam perjuangan budidaya ikan kerapu, sebaiknya terdiri dari dua bagian, yaitu :

  • Kantong jaring luar yang berfungsi untuk melindungi ikan dari serangan ikan buas dan binatang air yang lainnya.
  • Kantong jaring dalam, yang digunakan sebagai kawasan memelihara ikan. Ukurannya bervariasi dengan pertimbangan banyaknya ikan yang dibudidaya dan fasilitas dalam penanganan dan perawatannya.


- Pemberat

Pemberat berfungsi untuk menahan arus dan menjaga jaring supaya tetap simetris. Pemberat yang terbuat dari batu, timah atau beton dengan berat sekitar 2 – 5kg per buah, dipasangkan pada setiap sudut keramba ataupun jaring.

7. Panen dan Pasca Panen

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas ikan kerapu yang dibudidayakan dengan keramba jaring apung, antara lain : penentuan waktu panen, peralatan panen, cara pemanenan, serta penanganan pasca panen. Pada dikala panen, biasanya ditentukan oleh ukuran impian dari pasar. Ukuran yang super biasanya berukuran 500gram – 1kg dan itu ukuran yang mempunyai nilai dan harga jual tinggi. Panen sebaiknya dikerjakan pada pagi hari ataupun sore hari sehingga sanggup meminimalisir stress ikan pada dikala panen lantaran pada dikala waktu itu cuaca tidak terlalu panas.

Teknik pemanenan yang dilakukan dalam berbudidaya ikan kerapu dalam keramba jaring apung dengan metode panen yang selektif serta panen total. Panen selektif merupakan pemanenan pada ikan yang sudah mencapai ukuran tertentu sesuai impian pasar terutama pada dikala harga tinggi. Sedangkan panen total merupakan pemanenan secara menyeluruh yang biasanya dikerjakan kalau usul pasar sangat tinggi atau ukuran ikan semuanya telah memenuhi kriteria jual.

Jika Anda membutuhkan Waring Ikan Untuk Berbudidaya atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih kekal Anda sanggup menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan:
– Minimal order 10 roll
– harga netto (tdk termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, sanggup berubah setiap waktu


Sumber http://www.waring99.com

Komentar